PANITIA UJIAN NASIONAL 2009/2010 (Kisi-kisi Download disini)

Ujian Nasional di awali dengan Ujian Kompetensi Kejuruan (UKK) sekitar bulan Pebruari 2010 dan Ujian Nasioanal tahun ini ada dua kali :
1). Ujian Nasional Utama, dimulai tanggal 22 - 25 Maret 2010
2).Ujian Nasional Ulangan tanggal 10 -13 mei 2010, yang dilaksanakn untuk siswa yang tidak Lulus di ujian Utama


Ketua Panitia Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2009/2010
Bapak H.MOHAMMAD ROFIQ,S.PdI,MM (kaprog dan Guru Kimia)

Ulangan Akhir Semester Ganjil 2009/2010

Ujian Akhir semester (UAS) ganjil di SMKN 1 Sidayu akan dilaksanakan mulai tanggal 5 Januari 2010 yang akan selesai sampai tanggal 13 Januari 2010
Setelah pelaksanaan UAS ada ujian remidi bagi siswa-siswi yang nilainya masih belum mencapai standart minimal,untuk itu diharapkan seluruh siswa-siswi untuk benar-benar mempersiapkan diri dalam menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS) nanti.Belajar..Berdoa..Pasti Bisa..!

Ketua pelaksana UAS 2009/2010 adalah Bapak Wahyu Suci Utomo,S.Pi (guru Perikanan)

Belajar Tertib dan Disiplin

SMKN 1 Sidayu,untuk mengarahkan lebih tertib dan disiplin siswa dan siswi SMKN 1 sidayu tiap hari di adakan apel untuk mengecek siswa yang masuk dari awal sampe sore...kondisi ini sudah berjalan beberapa minggu yang hasilnya cukup signifikan menjadikan siswa lebih mengerti arti belajar..
disamping itu untuk memberikan rasa sejuk dan rindang disekolah siswa diminta sadar lingkungan dengan membawa bunga yang di tata di depan kelas masing-masing..sehingga pemandangan menjadi hijau menyegarkan
Semoga warga SMKN 1 Sidayu bisa konsisten dan selalu menjaganya. SMEKNISY...." Luar Biasa...!"

Peserta UN Ulangan dapat Pilih Mata Pelajaran


 Peserta ujian nasional (UN) dapat memilih mata pelajaran yang ingin diulang pada UN ulangan sehingga tidak harus mengulang semua mata pelajaran dengan nilai di bawah 5,50.
"Semua peserta yang tidak lulus UN, baik UN utama atau UN susulan dapat mengikuti UN ulangan pada seluruh atau sebagian mata pelajaran yang dipilih dengan nilai di bawah 5,5," kata anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Djemari Merdapi di Yogyakarta, Kamis (17/12).
Menurut dia, seluruh hasil dari UN utama atau susulan dan UN ulangan tersebut akan dicantumkan, dan apabila nanti hasil dari UN ulangan jauh lebih buruk dari UN utama atau susulan, maka nilai yang akan dipakai adalah nilai terbaik.
Oleh karena itu, kata dia, apabila siswa peserta UN tidak lulus pada UN ulangan maka dapat mengikuti ujian paket yang akan diatur kemudian. "Mereka terpaksa harus pindah status," lanjutnya.
Djemari menyarankan, untuk memperoleh hasil UN terbaik sehingga menekan banyaknya siswa yang harus mengikuti UN ulangan adalah menempatkan siswa sesuai dengan potensinya.
"Siswa tidak boleh dipaksa masuk ke jurusan tertentu mengikuti keinginan orang tuanya. Jika potensinya adalah di IPS, maka tidak perlu dipaksa masuk ke jurusan IPA. Nanti hasilnya justru tidak maksimal," katanya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa UN ulangan tidak akan dilakukan untuk mata ujian praktek seperti yang diujikan di tingkat sekolah menengah kejuruan (SMK).
Peserta UN dinyatakan lulus jika memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal untuk mata pelajaran lainnya. Khusus untuk SMK, nilai ujian praktik kejuruan minimal 7.00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN.
Ia berharap, pemindaian lembar jawaban UN dapat dilakukan sesuai dengan jadwal yaitu selama tiga pekan mulai hari terakhir pelaksanaan UN sehingga persiapan UN ulangan bisa dilakukan dengan lebih cepat.

Djemari juga kembali menegaskan bahwa hasil UN bukan menjadi satu-satunya penentu kelulusan siswa dari satuan pendidikan ditentukan oleh satuan pendidikan berdasarkan rapat dewan guru dengan kriteria tertentu seperti lulus ujian sekolah, lulus UN dan memperoleh nilai baik pada kelompok mata pelajara agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, estetika dan olah raga.

UN utama SMP berlangsung pada 29 Maret-1 April 2010, dengan UN susulan pada 5-8 April 2010 dan UN ulangan pada 17-20 Mei 2010.

UN utama SMA 22-26 Maret 2010, UN susulan pada 29 Marert-1 April dan 5 April, dengan UN ulangan pada 10-12 Mei dan 14 Mei.

UN utama SMK dijadwalkan pada 22-25 Maret dengan UN susulan pada 29 Maret-1 April dan UN ulangan pada 10-14 Mei

Agama Masuk USSN Mulai Akhir TA 2009/2010

Mata pelajaran agama akan masuk Ujian Sekolah Standart Nasional (USSN) mulai akhir TA 2009/2010. Artinya, mulai tahun depan, SD hingga SMA wajib menggelar USSN agama.

Kabid Dikdas Dindik Surabaya Eko Prasetyoningsih menyatakan, masuknya agama dalam USSN itu sudah dituangkan dalam Permendiknas. Dan ini telah disosialisasikan lewat rakor Depdiknas dan Dindik sejumlah provinsi di Jogjakarta pekan lalu.

“Masuknya agama dalam USSN itu sebenarnya sudah disiapkan sejak tahun lalu. Di Jatim, percobaan sudah dilakukan di Gresik dan sekarang semua daerah wajib menjalankan,” ujar Eko, Sabtu (12/12).

Namun, meski disiapkan jauh hari sebelumnya, kendala biaya operasional dan teknis pelaksanaan masih mengancam. “Ada Permendiknas yang mengatur. Tapi, pos (prosedur operasional standart) masih disiapkan,” tambah Eko.

Masuknya agama dalam USSN tentu menambah banyak anggaran biaya operasional, apalagi sekolah wajib menggelar ujian teori dan praktik. Padahal, anggaran pendidikan 2010 sudah didok dewan. Karena itu, sempat ada usulan agar tambahan biaya ini dibantu pemerintah pusat.

Kepala SMPN 37 Sahhibur Rahman menilai masuknya agama dalam USSN secara umum tidak banyak berpengaruh. Secara teori dan praktik, siswa sebenarnya telah mendapat pembelajaran yang memadai. Namun demikian, tetap perlu persiapan dari para guru, siswa, dan pemangku kepentingan lain, termasuk wali murid.

“Yang terpenting adalah menyiapkan mental siswa. Karena itu, kami perlu memaparkan pada mereka, sebab anak-anak biasanya bersikap beda saat menghadapi ujian sekolah dengan menghadapi nasional,” ujar Rahman.

Ketua Dewan Pendidikan Jatim Zainuddin Maliki menilai positif masuknya agama dalam USSN. Tapi, dia berharap penerapannya dikaji ulang. “Kalau dari sisi anggaran saja menimbulkan masalah, pasti akan muncul masalah-masalah lain. Jadi, lebih baik disiapkan dulu saja lebih matang,” ujar Zainuddin.

Rektor Unmuh Surabaya itu berharap pemerintah tidak hanya memikirkan pembuatan ujian-ujian, tapi seharusnya pada kebutuhan mendasar pendidikan. Menurutnya, yang lebih penting adalah menerapkan pendidikan berbasis kompetensi, bukan berbasis konten yang hanya mengarahkan guru dan siswa untuk mengejar kelulusan dan nilai semata.

Selama ini, USSN di jenjang SD hanya berlaku untuk matematika, IPA, dan bahasa Indonesia. Sedangkan untuk SMP, SMA dan SMK berlaku sama dengan mata pelajaran yang diujikan dalam Unas. Tapi, mulai akhir tahun ajaran ini akan diujikan juga pelajaran agama. Sesuai jadwal, USSN tahun ini akan digelar setelah Unas di setiap jenjang pendidikan.

Merujuk Keputusan Dirjen Pendidikan Islam nomor Dj.I/89/2009 tentang pelaksanaan USSN pendidikan agama Islam pada SD, SMP, dan SMA serta SMK, untuk SD dan SMP, ada 10 item praktik yang diujikan. Sedangkan bagi SMA dan SMK ada 11 item. Ini juga berlaku bagi siswa SD, SMP, dan SMA/SMK. Bedanya, ada satu tambahan praktik salat jenazah bagi siswa SMA dan SMK. rey

Kegiatan SMKN 1 Sidayu


Kamu pasti sudah tahu pada tanggal 22 Desember 2009,SMKN 1 Sidayu rame-rame pawai naik sepeda motor...dengan sejumlah 400 siswa maupun siswi..tumplek semua di jalan raya Deandles..jalur pantura..semua itu dalam rangka menyambut tahun baru Hijriyah 1431 H dan dalam rangka sadar lalulintas..wa..rame banget.

Berita UN 2009/2010

Siswa Tidak Lulus UN Bisa Ujian Ulangan

Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) memberikan kesempatan bagi siswa yang tidak lulus dalam Ujian Nasional (UN) tahun 2010 untuk mengikuti ujian ulangan.

Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan Nasional (Sekjen Depdiknas) Dody Nandika di Serang, Kamis, mengatakan, pelaksanaan UN tahun 2010 akan tetap berlangsung sebab hingga kini Depdiknas belum menerima salinan putusan Mahkamah Agung (MA) terkait kasasi tentang UN.

"Kami belum menerima salinan putusan MA tersebut secara formal. Namun jika mencermati dari putusan MA terkait gugatan itu, ada tiga poin yang kami cermati dan tidak ada satupun yang melarang UN," kata Dodi usai menghadiri acara Gerakan Anti-Narkoba dan HIV-AIDS di Sekolah Tingkat Nasional (GANAS) yang diselenggarakan di Kabupaten Serang.

Ia mengatakan, poin pertama adalah tergugat diperintahkan untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan serta guru sebelum menjalankan proses pendidikan. Itu sudah dilakukan Depdiknas dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

Kemudian poin yang kedua, kata Dodi, tergugat diperintahkan juga oleh MA untuk membuat satu skema respon terhadap siswa yang gagal UN atau siswa yang menjadi korban UN, sehingga tidak mengalami stres yang berat.

Hal itu sudah dijawab dengan akan diselenggarakannya ujian ulangan yang merupakan skema baru pada tahun ini, karena tahun sebelumnya tidak ada. "Dengan adanya ujian ulangan itu masih ada kesempatan bagi siswa jika gagal atau tidak lulus para ujian tahap pertama," kata Dodi.

Selanjutnya, pihaknya juga diperintahkan MA untuk meninjau kembali dan memperbaiki sistem pendidikan dasar secara umum dan itu sudah dilakukan dengan dikeluarkan undang-undang guru dan dosen, undang-udang BHP, juga undang-undang perpustakaan.

Meskipun pihaknya mengakui masih banyak kekurangan, namun yang penting pemerintah bersedia memperbaiki kekurangan tersebut.

Namun demikian, dengan adanya ujian ulangan itu, bukan berarti siswa yang tidak lulus UN tahap pertama tidak dijamin lulus pada ujian tahap dua, akan tetapi masih ada kesempatan bagi mereka untuk melakukan perbaikan sebelum yang bersangkutan harus mengikuti ujian paket C.

"Ujian paket C tetap ada, karena itu terbuka untuk umum. Namun, paket C sebagai penjaga gawang terakhir bagi mereka yang tidak lulus UN setingkat SMA," kata Dodi. ant/ahi